Pelatihan Manajemen Bencana yang Inklusi, Peringatan Dini dan Aksi Dini untuk Disabilitas dan Masyarakat Termasuk Satuan Tugas Penanggulangan Bencana yang Ada di Kelurahan Sangkrah, Kecamatan Pasar Kliwon Diposting pada 04 August 2026 oleh zauyik Edukasi SURAKARTA — YAKKUM Emergency Unit (YEU) resmi menggelar pelatihan manajemen bencana yang inklusif, sistem peringatan dini, dan aksi dini di Hotel Grand Amira, Surakarta. Kegiatan ini ditujukan untuk menguatkan kesiapsiagaan masyarakat serta Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Bencana di Kelurahan Sangkrah, Kecamatan Pasar Kliwon.Pelatihan ini diselenggarakan dengan tujuan utama membangun dan memperkuat ketangguhan masyarakat yang dipimpin secara lokal (locally-led resilience), khususnya dalam aksi antisipatif yang inklusif.Penyandang disabilitas merupakan salah satu kelompok paling berisiko saat terjadi krisis. Berdasarkan data kebencanaan, kelompok disabilitas memiliki risiko terpapar dampak bencana hingga dua kali lipat lebih tinggi, termasuk bencana yang dipicu oleh perubahan iklim global. Oleh karena itu, pelibatan aktif mereka dalam setiap tahapan manajemen bencana menjadi prioritas utama.Untuk memperkuat kapasitas peserta dalam merespons ancaman bencana berbasis cuaca dan iklim, hadir pula pemateri dari Stasiun Klimatologi Jawa Tengah yaitu Zauyik Nana Ruslana dan Eko Taufiq Suharmanto, memberikan edukasi serta literasi iklim dan cuaca secara komprehensif.Pembekalan ini diharapkan dapat membantu peserta memahami informasi prediksi cuaca dan potensi risiko iklim, sehingga peringatan dini yang diterbitkan dapat ditindaklanjuti dengan aksi cepat dan tepat sasaran di tingkat komunitas.Pelatihan ini diikuti oleh 32 orang peserta yang mencakup berbagai unsur masyarakat dan pemerintahan tingkat lokal, antara lain:Kelompok disabilitasPerwakilan Pemerintah Desa / Kelurahan SangkrahKader kesehatanRelawan / Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Bencana Desa/KelurahanPerwakilan Organisasi Penyandang Disabilitas (OPDs)Melalui sinergi antar-unsur ini, Kelurahan Sangkrah diharapkan dapat membentuk sistem penanggulangan bencana yang lebih ramah disabilitas, adaptif terhadap perubahan iklim, serta tanggap dalam menghadapi potensi krisis di masa mendatang.team publikasi beritaStasiun Klimatologi Jawa Tengah Dokumentasi Kegiatan