02 March 2026
--:--:-- WIB
--:--:-- UTC
Stasiun Klimatologi Jawa Tengah
Jl. Siliwangi No. 291, Semarang
Home
Profil
Tentang Kami
Sejarah
Visi & Misi
Struktur Organisasi
Kinerja
Profil UPT
Daftar Pegawai
Rencana Kerja
Layanan
Layanan Publik
Regulasi Pelayanan
Layanan Iklim
Portal Data Online
Informasi
Peringatan Dini
Prakiraan Cuaca
Curah Hujan Tinggi
Kekeringan Met.
Gempa Terkini
Potensi Banjir
Informasi Iklim
Mon. Hujan Harian
Info Hujan Dasarian
Info Hujan Bulanan
Prediksi Musim Kemarau
Prediksi Musim Hujan
ENSO dan IOD
Buletin Klimatologi
Outlook
Glosari Iklim
Kualitas Udara
Monitoring PM 2.5
Partikulat SPM
PH Air Hujan
Peralatan
ALOPTAMA
Tentang ALOPTAMA
Otomatis
Manual
Kalibrasi
Radar Cuaca
Lightning Detector
Publikasi
Media & Berita
Berita
Galeri
Video
Artikel
Modul
Pandangan Iklim (Climate Outlook) Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026
Dipublikasikan: 25 February 2026
|
Tahun: 2026
Laporan Lengkap
Unduh PDF
Ringkasan & Analisis
Ringkasan Eksekutif:
Proyeksi Iklim Utama 2026:
1. Fase Iklim dan Suhu: Diawali dengan La Nina Lemah (Januari–Maret), lalu stabil di fase Netral hingga akhir tahun. Suhu udara rata-rata sedikit lebih hangat dari normalnya, berkisar antara 25–29 °C.
2. Pola Hujan Tahunan: Total curah hujan mencapai 1.500–5.000 mm/tahun dengan mayoritas bersifat Normal.
2.a. Awal Tahun (Jan–Feb): Curah hujan Tinggi hingga Sangat Tinggi ( lebih dari 500 mm ), sedikit lebih basah dibanding 2025.
2.b. Puncak Kemarau (Agt–Sep): Curah hujan Rendah ( kurang dari 100 mm), diprediksi lebih kering dibanding 2025.
2.c. Akhir Tahun (Nov–Des): Curah hujan kembali meningkat ke kategori Tinggi.
Implikasi dan Rekomendasi Sektoral:
1. Pertanian dan Perkebunan: Iklim sangat mendukung karena tekanan cuaca menurun. Petani disarankan fokus memperbaiki drainase dan memakai bibit padi tahan rendaman (seperti Inpari 30/32) di awal tahun. Saat kemarau, gunakan bedengan tinggi untuk palawija dan maksimalkan pengeringan komoditas kopi atau kakao.
2. Sumber Daya Air: Pasokan air sangat mencukupi untuk irigasi, air baku, dan PLTA. Pengelola bendungan diimbau untuk menyeimbangkan mode tampung banjir di awal tahun dan mode simpan/cadangan air menjelang musim kemarau.
3. Kesehatan dan Kualitas Udara: Kombinasi suhu hangat dan lembap akan membuat cuaca terasa gerah. Awal tahun yang basah menuntut kewaspadaan ekstra terhadap lonjakan kasus DBD. Secara umum, hujan akan mencuci polutan udara secara alami, namun kawasan industri tetap perlu mewaspadai polusi debu saat puncak kemarau.
Jawa Tengah di tahun 2026 memiliki ketersediaan air yang sangat terjaga dengan risiko bencana hidrometeorologi ekstrem yang jauh lebih minim. Kunci ketangguhan tahun ini terletak pada adaptasi tata kelola air di musim hujan serta mitigasi kesehatan saat puncak kemarau.
Arsip Outlook
Tahun 2026
Pandangan Iklim (Climate Outlook) Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026
Tahun 2025
Climate Outlook 2025