Halaman ini menyajikan prakiraan kondisi musim kemarau di Provinsi Jawa Tengah, mencakup awal musim, sifat hujan, dan puncak musim kemarau.
Prediksi Awal Musim Kemarau 2025
Prediksi Awal Musim Kemarau 2025 menunjukkan bahwa permulaan musim kemarau akan terjadi dalam tiga periode waktu utama. Pertama, Awal Musim Kemarau diprediksi terjadi pada bulan April 2025 (Luasan Zona Musim ± 20,4%), meliputi Kota Pekalongan, Kab. Rembang, dan Kudus; Kep. Karimun Jawa; sebagian besar wilayah Kab. Demak, Jepara, dan Pati; sebagian wilayah Kota Semarang; Kab. Blora bagian utara; sebagian wilayah utara Kab. Tegal, Pemalang, Pekalongan, Kendal, Grobogan; serta sebagian kecil wilayah Kab. Batang. Kedua, Awal Musim Kemarau diprediksi terjadi pada bulan Mei 2025 (Luasan Zona Musim ± 51,9%), mencakup Kota Tegal, Salatiga, Kota Surakarta, Kab. Semarang, Boyolali, Sragen, Sukoharjo, Karanganyar, Klaten, dan Wonogiri; sebagian besar wilayah Kab. Brebes, Tegal, Grobogan, Purworejo, dan Kebumen; sebagian wilayah Kota Semarang, Magelang, Kab. Pekalongan, Batang, Blora, Magelang, Temanggung, Banyumas, dan Cilacap; dan sebagian kecil wilayah Kab. Pemalang, Kendal, Demak, Jepara, dan Pati. Ketiga, Awal Musim Kemarau diprediksi terjadi pada bulan Juni 2025 (Luasan Zona Musim ± 27,7%), meliputi Kab. Purbalingga, Banjarnegara, dan Wonosobo; sebagian wilayah Kab. Pemalang, Pekalongan, Batang, Kendal, Temanggung, Magelang, Banyumas, dan Cilacap; sebagian wilayah selatan Kab. Tegal; sebagian wilayah utara Kab. Kebumen; serta sebagian kecil wilayah selatan Kab. Brebes.
Prediksi Sifat Hujan Selama Musim Kemarau 2025
Prediksi Sifat Hujan Selama Musim Kemarau 2025 mengindikasikan adanya variasi curah hujan di berbagai wilayah. Pertama, sifat hujan Bawah Normal (BN) diprediksi akan terjadi di (Luasan Zona Musim ± 9,3%), meliputi sebagian wilayah Kab. Batang, Purbalingga, Banjarnegara, dan Purworejo; sebagian wilayah selatan Kab. Tegal, Pemalang, Pekalongan, dan Brebes; sebagian wilayah Kab. Banyumas; serta sebagian kecil wilayah Kab. Cilacap dan Magelang. Kedua, sifat hujan Normal (N) (Luasan Zona Musim ± 18,5%) diprediksi meliputi Kep. Karimun Jawa dan Kota Pekalongan; sebagian besar wilayah Kota Salatiga; sebagian wilayah utara Kab. Cilacap, Tegal, Pemalang, dan Blora; sebagian wilayah selatan Kota Semarang, Kab. Blora, Purworejo, dan Wonogiri; sebagian wilayah tenggara Kab. Kendal, Pati, dan Kebumen; sebagian wilayah timur Kab. Magelang dan Temanggung; serta sebagian wilayah Kab. Brebes, Semarang, Boyolali, dan Grobogan. Ketiga, sifat hujan Atas Normal (AN) diprediksi mendominasi (Luasan Zona Musim ± 72,2 %), meliputi Kota Surakarta, Kota Magelang, Kota Tegal, Kab. Demak, Jepara, Kudus, Sragen, Wonosobo, Klaten, Sukoharjo, dan Karanganyar; sebagian besar wilayah Kota Semarang, Kab. Brebes, Tegal, Batang, Kendal, Pati, Grobogan, Temanggung, Banjarnegara, Cilacap, Kebumen, Magelang, Boyolali, dan Wonogiri; sebagian wilayah Kab. Pemalang, Pekalongan, Banyumas, dan Purworejo; serta sebagian wilayah utara Kota Salatiga.
Perbandingan Prediksi Awal Musim Kemarau 2025 Terhadap Rata-Ratanya
Perbandingan Prediksi Awal Musim Kemarau 2025 terhadap rata-rata normalnya menunjukkan tiga kategori utama. Pertama, daerah-daerah yang diprediksi akan mengalami awal musim kemarau lebih awal (Maju) dari rata-ratanya (Luasan Zona Musim ± 14,8%) meliputi Kep. Karimun Jawa dan Kota Pekalongan; sebagian besar Kota Salatiga dan Kab. Pemalang; sebagian wilayah selatan Kab. Brebes, Semarang, dan Rembang; sebagian wilayah utara Kab. Kudus, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, dan Blora; sebagian wilayah timur Kab. Magelang dan Jepara; serta sebagian wilayah Kab. Tegal, Pekalongan, Grobogan, Pati, dan Boyolali. Kedua, daerah-daerah yang diprediksi sama dengan rata-ratanya mendominasi (Luasan Zona Musim ± 70,4%), meliputi Kota Tegal, Kota Magelang, Kota Surakarta, Kota Semarang, Kab. Batang, Kendal, Demak, Sragen, Sukoharjo, Klaten, dan Temanggung; sebagian besar wilayah Kab. Brebes, Tegal, Jepara, Pati, Kudus, Rembang, Grobogan, Semarang, Magelang, Karanganyar, Wonogiri, Boyolali, Banjarnegara, Kebumen, dan Cilacap; sebagian wilayah Kab. Banyumas, Pemalang, dan Pekalongan; sebagian wilayah selatan Kab. Purbalingga; serta sebagian wilayah utara Kota Salatiga. Ketiga, daerah-daerah yang diprediksi mengalami awal musim kemarau lebih lambat (Mundur) dari rata-ratanya (Luasan Zona Musim ± 14,8%) meliputi Kab. Purworejo; sebagian wilayah Kab. Cilacap, Banyumas, Kebumen, Wonosobo, Banjarnegara, dan Wonogiri; sebagian wilayah timur Kab. Karanganyar; dan sebagian kecil wilayah Kab. Magelang.
Prediksi Puncak Musim Kemarau 2025
Prediksi Puncak Musim Kemarau 2025 di wilayah yang dicakup terbagi menjadi tiga periode waktu. Pertama, puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada bulan Juli 2025 (Luasan Zona Musim ± 18,5%), meliputi sebagian besar wilayah Kota Salatiga dan Kab. Banyumas; sebagian wilayah Kab. Cilacap, Pemalang, Magelang, Blora, dan Wonogiri; sebagian besar wilayah timur laut Kab. Purworejo; sebagian wilayah barat Kab. Boyolali; sebagian wilayah timur Kab. Tegal; sebagian wilayah selatan Kab. Semarang; sebagian wilayah utara Rembang; sebagian wilayah timur laut Kab. Pati dan Grobogan; sebagian kecil wilayah barat daya Kab. Kebumen dan Banjarnegara; serta sebagian kecil wilayah barat Kab. Purbalingga. Kedua, puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada bulan Agustus 2025, sebagai periode paling dominan (Luasan Zona Musim ± 79,6%), meliputi Kota Tegal, Kota Pekalongan, Kota Surakarta, Kota Semarang, Kab. Brebes, Pekalongan, Batang, Kendal, Demak, Kudus, Sragen, Karanganyar, Sukoharjo, Klaten, Temanggung, dan Wonosobo; sebagian besar Kab. Kebumen, Purworejo, Banjarnegara, Purbalingga, Tegal, Jepara, Pati, Grobogan, dan Boyolali; sebagian wilayah Kab. Semarang, Cilacap, Banyumas, Pemalang, Rembang, dan Wonogiri; serta sebagian wilayah utara Kota Salatiga. Ketiga, puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada bulan September 2025 (Luasan Zona Musim ± 1,9%), meliputi sebagian wilayah timur laut Kab. Jepara dan sebagian wilayah utara Kab. Pati.
Perbandingan Prediksi Puncak Musim Kemarau 2025
Perbandingan Prediksi Puncak Musim Kemarau 2025 terhadap kondisi normalnya menunjukkan dominasi periode puncak yang sama dengan rata-rata. Pertama, daerah-daerah yang diprediksi mengalami puncak musim kemarau lebih awal (Maju) dari normalnya (Luasan Zona Musim ± 18,5%) meliputi sebagian besar wilayah Tengah Kab. Banyumas dan Wonogiri; sebagian wilayah utara Kab. Rembang; sebagian kecil wilayah timur laut Kab. Pati; sebagian kecil wilayah tengah Kab. Pemalang dan Blora; sebagian kecil wilayah timur Kab. Tegal, Magelang, Grobogan, dan Purworejo; sebagian kecil wilayah barat Kab. Boyolali; sebagian kecil wilayah barat daya dan timur laut Kab. Cilacap; serta sebagian kecil wilayah Selatan Kota Salatiga dan Kab. Semarang. Kedua, daerah-daerah yang diprediksi mengalami puncak musim kemarau sama dengan normalnya mendominasi sangat luas (Luasan Zona Musim ± 81,5%), meliputi Kep. Karimun Jawa, Kota Tegal, Kota Pekalongan, Kota Semarang, Kota Surakarta, Kota Magelang, Kab. Brebes, Pekalongan, Batang, Kendal, Demak, Jepara, Kudus, Sragen, Karanganyar, Sukoharjo, Klaten, Temanggung, Wonosobo, dan Kebumen; sebagian besar Kab. Tegal, Pati, Blora, Grobogan, Boyolali, dan Semarang; sebagian besar wilayah barat Kab. Purworejo; sebagian besar wilayah tengah Kab. Cilacap dan Magelang; sebagian wilayah utara Kota Salatiga; serta sebagian kecil wilayah utara dan selatan Kab. Wonogiri. Ketiga, tidak ada daerah kabupaten yang diprediksi mengalami puncak musim kemarau lebih lambat (Mundur) dari normalnya (Luasan Zona Musim ± 0%).
Prediksi Durasi/Panjang Musim Kemarau 2025
Prediksi Durasi Musim Kemarau 2025 menunjukkan bahwa musim kemarau terbagi dalam empat rentang durasi utama. Durasi selama 7 hingga 9 dasarian dan 22 hingga 24 dasarian diprediksi tidak terjadi di wilayah yang dicakup (Luasan Zona Musim ± 0%). Durasi terpendek (10-12 dasarian) mencakup (Luasan Zona Musim ± 26,0%) sebagian besar Kab. Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, dan Kota Magelang, serta sebagian wilayah di pesisir barat dan tengah selatan. Durasi 13–15 dasarian (Luasan Zona Musim ± 33,3%) mendominasi di wilayah tengah dan timur, seperti sebagian besar Kab. Kebumen, Temanggung, Semarang, Kota Salatiga, Grobogan, Boyolali, dan Karanganyar. Durasi yang lebih panjang, yaitu 16–18 dasarian (Luasan Zona Musim ± 18,5%), meliputi sebagian besar Kab. Klaten, Sukoharjo, Kota Surakarta, Wonogiri, Sragen, dan Blora. Sementara durasi paling panjang, 19–21 dasarian (Luasan Zona Musim ± 22,2%), terjadi di sebagian besar wilayah utara dan timur laut, seperti Kab. Demak, Jepara, Kudus, Pati, dan Rembang.
Perbandingan Prediksi Durasi Musim Kemarau 2025 terhadap Normalnya
Perbandingan Durasi Musim Kemarau 2025 terhadap normalnya menunjukkan pembagian yang signifikan. Daerah yang diprediksi lebih pendek dari normalnya (Luasan Zona Musim ± 44,4%) meliputi Kota Tegal, Kota Magelang, Kota Salatiga dan Kab. Semarang; sebagian besar Kab. Cilacap, Brebes, Tegal, Wonosobo, Magelang, Boyolali, Karanganyar, dan Grobogan; serta sebagian wilayah lain di bagian tengah dan timur. Daerah yang diprediksi sama dengan normalnya (Luasan Zona Musim ± 33,3%) meliputi Kep. Karimun Jawa dan Kota Pekalongan; sebagian besar Kab. Banyumas, Kebumen, Banjarnegara, Pemalang, Pekalongan, Batang, Kendal, dan Blora. Terakhir, daerah yang diprediksi lebih panjang dari normalnya (Luasan Zona Musim ± 22,2%) meliputi Kota Surakarta, Kab. Klaten, Sukoharjo, dan Kudus; sebagian besar Kab. Sragen dan Demak; serta sebagian wilayah Kab. Rembang dan Pati.
Memuat data...