09 Juli 2026
--:--:-- WIB
--:--:-- UTC

Stasiun Klimatologi Jawa Tengah Gelar Diseminasi Pemanfaatan Dataset Iklim Berbasis Grid

Diposting pada 09 July 2026 oleh iis
Kegiatan
Stasiun Klimatologi Jawa Tengah Gelar Diseminasi Pemanfaatan Dataset Iklim Berbasis Grid

Stasiun Klimatologi Jawa Tengah menyelenggarakan kegiatan Diseminasi Penelitian “Evaluasi Akurasi Dataset Iklim Berbasis Grid sebagai Dasar Pemanfaatan Data Curah Hujan, Suhu Udara Permukaan, dan Suhu Permukaan Laut” secara hybrid pada Rabu, 9 Juli 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 140 peserta, baik secara luring maupun daring, yang berasal dari unit kerja BMKG, perguruan tinggi, serta stakeholder terkait.

Kegiatan dibuka oleh Koordinator BMKG Jawa Tengah, Goeroeh Tjiptanto, S.Stat., MTI. Dalam sambutannya, disampaikan bahwa diseminasi hasil penelitian merupakan bagian penting dari tanggung jawab akademik pegawai BMKG yang sedang melaksanakan tugas belajar, sekaligus menjadi sarana untuk menerjemahkan hasil riset agar bermanfaat bagi penguatan layanan operasional.

Kegiatan yang di moderasi oleh Restu Tresnawati, S.Si., M.Si., ini menghadirkan Dr. Supari, S.Si., M.Sc., Pakar Klimatologi dari Direktorat Perubahan Iklim BMKG Jakarta, sebagai Keynote Speaker. Dalam arahannya, Dr. Supari menekankan pentingnya validasi dataset iklim berbasis grid terhadap data observasi sebelum digunakan dalam analisis maupun layanan. Data grid memiliki keunggulan dalam cakupan spasial dan kontinuitas data, namun tetap memiliki bias, error, serta keterbatasan yang perlu dipahami.

Paparan utama disampaikan oleh Iis Widya Harmoko, S.Kom., M.Kom., pegawai Stasiun Klimatologi Jawa Tengah sekaligus mahasiswa tugas belajar Program Doktor Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro. Materi merupakah hasil penelitian dalam studinya yang membahas evaluasi beberapa dataset iklim berbasis grid untuk tiga variabel utama, yaitu curah hujan, suhu udara permukaan, dan suhu permukaan laut. Dataset yang dievaluasi antara lain CHIRPS, ERA5 Precipitation, GSMaP, ERA5-Land, FLDAS, AIRS, OSTIA, RAMSSA, dan GAMSSA, dengan data observasi BMKG serta iQuam sebagai pembanding utama.

Hasil kajian menunjukkan bahwa CHIRPS v2.0 direkomendasikan sebagai dataset utama untuk analisis curah hujan, FLDAS menunjukkan akurasi regional terbaik untuk suhu udara permukaan, sedangkan OSTIA direkomendasikan sebagai dataset utama untuk suhu permukaan laut dengan RAMSSA sebagai pembanding yang kuat. Sementara itu, beberapa produk seperti GSMaP, AIRS, dan GAMSSA tetap dapat dimanfaatkan dengan kehati-hatian serta memerlukan evaluasi tambahan sesuai karakter wilayah dan tujuan layanan.

Peserta mengikuti kegiatan dengan antusias, ditunjukkan melalui sesi diskusi yang aktif dengan pertanyaan dari enam peserta kepada narasumber. Diskusi tersebut memperkuat pemahaman bahwa pemanfaatan data grid harus dilakukan secara kontekstual, mempertimbangkan variabel, wilayah, skala waktu, serta kebutuhan operasional.

Melalui kegiatan ini, Stasiun Klimatologi Jawa Tengah mendorong penguatan budaya ilmiah, kolaborasi kelembagaan, serta pemanfaatan hasil penelitian untuk mendukung layanan meteorologi, klimatologi, dan maritim. Pesan utama dari kegiatan ini adalah bahwa data grid bukan pengganti observasi, tetapi menjadi penguat layanan berbasis validasi, sementara data observasi BMKG dan in situ tetap menjadi rujukan utama.



Materi Seminar Diseminasi

Dokumentasi Kegiatan