Antisipasi Krisis Pangan, Dinas Pertanian Kota Semarang Gelar Sosialisasi Penanganan Dampak Perubahan Iklim Diposting pada 01 July 2026 oleh zauyik Berita SEMARANG – Perubahan iklim global yang kian tidak menentu menjadi tantangan besar bagi sektor pertanian masa kini. Menanggapi hal tersebut, Dinas Pertanian Kota Semarang menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Penanganan Dampak Perubahan Iklim pada Kamis, 25 Juni 2026. Bertempat di Hotel Aston Inn Pandanaran, Kota Semarang, acara ini dihadiri oleh berbagai elemen praktisi pertanian, kelompok tani, serta jajaran terkait yang peduli terhadap keberlanjutan ekosistem pangan lokal. Bpk. Goeroeh Tjiptanto, S.Stat, M.Si sebagai narasumber memaparkan strategi adaptasi mitigasi bencana iklim.Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya pemanfaatan data statistik dan analisis cuaca dan iklim yang akurat dalam memprediksi pola tanam. Perubahan iklim bukan lagi ancaman masa depan, melainkan realitas yang harus dihadapi dengan strategi yang cerdas dan terukur.Fokus Utama Sosialisasi, ada beberapa poin krusial yang dibahas dalam pertemuan intensif ini, di antaranya:Manajemen Air yang Efektif: Menghadapi musim kemarau maupun curah hujan tinggi yang tidak menentu.Pemilihan Varietas Unggul: Mendorong penggunaan benih yang lebih tahan terhadap cekaman cuaca ekstrem.Pemanfaatan data cuaca dan iklim: Mengajak para pelaku pertanian untuk lebih 'melek' data pangan berbasis iklim demi meminimalisir risiko gagal panen. Melalui kegiatan ini, Dinas Pertanian Kota Semarang berharap para peserta dapat menjadi agen perubahan yang menularkan ilmu dan kesadaran peduli iklim kepada komunitas tani yang lebih luas. Dengan sinergi yang kuat, ketahanan pangan di Kota Semarang diharapkan tetap kokoh di tengah gempuran perubahan iklim global.redaksiteam staklim jateng