Kolaborasi Stasiun Klimatologi Jawa Tengah dan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal Edukasi 39 Petani di BPP Rowosari Hadapi Dinamika Cuaca dan iklim Diposting pada 18 April 2026 oleh zauyik Berita KENDAL — Mengantisipasi dampak dinamika cuaca dan iklim terhadap produktivitas pertanian, Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Kendal kembali menggandeng Stasiun Klimatologi Jawa Tengah dalam kegiatan "Penyampaian Informasi Iklim dan Cuaca". Berlangsung pada Kamis, 16 April 2026, kegiatan edukasi kali ini dipusatkan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Rowosari.Sinergi berkelanjutan ini bertujuan untuk membekali para petani dengan pengetahuan iklim terapan agar mereka mampu melakukan penyesuaian pola tanam yang tepat guna, menjaga ketahanan pangan, dan meminimalkan risiko gagal panen akibat cuaca ekstrem.Acara di BPP Rowosari ini diikuti oleh 39 perwakilan petani yang berasal dari enam kecamatan dengan karakteristik topografi yang didominasi dataran rendah hingga pesisir pantai. Berikut rincian peserta yang hadir:• Kecamatan Rowosari: 10 petani (dataran rendah pesisir, 6-13 mdpl)• Kecamatan Kangkung: 5 petani (dataran rendah dan pesisir utara, 3-4 mdpl)• Kecamatan Ringinarum: 6 petani (dataran rendah 30 mdpl, kawasan aluvial)• Kecamatan Gemuh: 6 petani (dataran rendah rata-rata 15 mdpl)• Kecamatan Weleri: 6 petani (dataran rendah 0-10 mdpl)• Kecamatan Pegandon: 6 petani (dataran rendah hingga perbukitan, 13 mdpl)Strategi Pemilihan Komoditas Unggulan Berbasis IklimDalam kegiatan tersebut, para petani didorong untuk mengoptimalkan komoditas unggulan seperti Tembakau, Padi, Jagung, Kedelai, Kacang Hijau, dan Bawang Merah agar sesuai dengan profil topografi masing-masing daerah.Tim ahli dari Stasiun Klimatologi Jawa Tengah memberikan pemaparan komprehensif mengenai anomali iklim dan cuaca dan dampaknya, prediksi awal musim hujan/kemarau, prediksi iklim bulanan dan cara akses aplikasi Info BMKG yang sangat berguna untuk petani dapat memaksimalkan tumbuh optimal berbagai komoditas yang dikaitkan langsung dengan indikator iklim dan cuaca.Melalui pemahaman yang komprehensif terkait kesesuaian lahan, suhu, curah hujan, anomali iklim dan cuaca, para petani diharapkan mampu merencanakan mitigasi secara mandiri. Informasi iklim dari BMKG kini bukan lagi sekadar prediksi, melainkan instrumen penting bagi petani untuk meraup hasil panen yang maksimal di tengah tantangan perubahan iklim global.Editor : Team Pengelola WebsiteSumber : Stasiun Klimatologi Jawa Tengah Dokumentasi Kegiatan