08 April 2026
--:--:-- WIB
--:--:-- UTC

Dukung Ketahanan Pangan Solo Raya, Stasiun Klimatologi Jawa Tengah Paparkan Analisis dan Prediksi Iklim pada FGD Bank Indonesia Solo

Diposting pada 08 April 2026 oleh zauyik
Berita
Dukung Ketahanan Pangan Solo Raya, Stasiun Klimatologi Jawa Tengah Paparkan Analisis dan Prediksi Iklim pada FGD Bank Indonesia Solo

SURAKARTA – Stasiun Klimatologi Kelas I Jawa Tengah memenuhi undangan sebagai narasumber utama dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Ketahanan Pangan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia Perwakilan Solo. Acara ini berlangsung di SwissBell Hotel Gilingan Solo pada hari Selasa, 7 April 2026, mulai pukul 12.00 hingga 17.00 WIB.

Kegiatan strategis ini dipimpin langsung oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Solo, Bapak Dwiyanto Cahyo Sumirat. FGD kali ini mengangkat tema krusial, yakni "Menakar Dampak Anomali Cuaca terhadap Prospek Produksi Pangan Solo Raya". Dipandu oleh Asisten Direktur sekaligus Deputi Kepala Perwakilan BI Solo, Ibu Hesti Candra Sari, sebagai moderator , diskusi ini berfokus pada proyeksi kondisi cuaca dan iklim ke depan. Fokus utama pembahasan mencakup kewaspadaan terhadap potensi dampak fenomena El Nino yang berisiko memicu kemarau panjang, penurunan curah hujan secara signifikan, serta peningkatan suhu udara.

Dalam paparannya, Bapak Goeroeh menekankan bahwa anomali iklim merupakan ancaman nyata yang harus diwaspadai karena berpotensi mengganggu siklus tanam, menurunkan produktivitas pertanian secara drastis, hingga memicu gagal panen di wilayah Solo Raya.

Acara ini berlangsung interaktif dengan dihadiri oleh lebih dari 30 peserta. Pemangku kebijakan daerah yang hadir meliputi para Kepala Dinas Pertanian dari wilayah Surakarta, Sukoharjo, Boyolali, Karanganyar, Klaten, Sragen, dan Wonogiri.

Selain itu, FGD ini juga melibatkan langsung para pelaku utama di lapangan, yakni Klaster Pangan Binaan BI di wilayah Solo Raya yang meliputi komoditas padi, bawang, cabai rawit, aneka sayur, dan ayam. Berikut adalah beberapa perwakilan klaster binaan yang turut hadir:

Klaster Padi: PPOW Wonogiri , KUB Kepodang TOPO Sukoharjo , Ngudi Makmur Gemolong Sragen (beserta komoditas jagung) , Pangudi Bogo Boyolali , dan AB2TI Karanganyar.

Klaster Cabai: Capsinum Boyolali , Guyub Rukun Sragen , dan Poktan Subur Makmur Wonogiri.

Klaster Bawang Merah: ABMI Sragen , Allium Cepa Wonogiri , dan Poktan Tani Utomo Boyolali.

Klaster Bawang Putih: Poktan Taruna Tani Maju dan Poktan Argoayuning Tani Boyolali.

Klaster Peternakan: Peternak Ayam Paguyuban Margo Seneng Karanganyar.

Melalui sinergi pertukaran data dan informasi iklim serta diskusi mendalam bersama seluruh pemangku kepentingan ini, diharapkan pemerintah daerah beserta para petani binaan dapat segera merumuskan langkah mitigasi yang tepat guna. Tujuannya adalah untuk menjaga stabilitas pasokan pangan daerah, meredam risiko inflasi, dan memastikan ketahanan pangan Solo Raya tetap kokoh di tengah tantangan anomali cuaca/iklim.


Dokumentasi Kegiatan