07 April 2026
--:--:-- WIB
--:--:-- UTC

Stasiun Klimatologi Jawa Tengah Mengikuti Rapat Evaluasi Musim Hujan 2025 - 2026 dan Kesiapan Hadapi Kemarau 2026 Di Dinas PU SDA TARU Jawa Tengah

Diposting pada 07 April 2026 oleh zauyik
Berita
Stasiun Klimatologi Jawa Tengah Mengikuti Rapat Evaluasi Musim Hujan 2025 - 2026 dan Kesiapan Hadapi Kemarau 2026 Di Dinas PU SDA TARU Jawa Tengah

KOTA SEMARANG – Dalam rangka mengantisipasi dampak peralihan musim dan memastikan ketahanan sumber daya air di wilayah Jawa Tengah, Stasiun Klimatologi (Staklim) Jawa Tengah berpartisipasi aktif dalam "Rapat Evaluasi Musim Hujan Tahun 2025-2026 dan Kesiapan Menghadapi Musim Kemarau Tahun 2026" yang dilaksanakan pada tanggal 30 Maret 2026.

Kegiatan strategis yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan tata air ini diselenggarakan di Ruang Rapat Wadaslintang Lantai 3, Kantor Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (PU SDA TARU) Provinsi Jawa Tengah, Jl. Madukoro Blok AA-BB, Semarang.

Rapat koordinasi ini dihadiri oleh pilar-pilar utama pengelola iklim dan sumber daya air daerah, yang meliputi:

  • Stasiun Klimatologi Jawa Tengah (BMKG) sebagai penyedia data dan informasi iklim.

  • Dinas PU SDA TARU Provinsi Jawa Tengah sebagai pembuat kebijakan tata air tingkat provinsi.

  • Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) se-Jawa Tengah sebagai pengelola infrastruktur sumber daya air dan wilayah sungai.

Fokus utama dalam pertemuan ini adalah pemaparan langsung dari BMKG terkait evaluasi sebaran dan intensitas curah hujan yang telah terjadi selama periode Musim Hujan 2025-2026. Selain itu, agenda dilanjutkan dengan pembahasan komprehensif mengenai rilis prakiraan Musim Kemarau 2026 untuk seluruh zona musim di Jawa Tengah.

Sinergi lintas instansi ini dinilai sangat krusial. Data dan informasi prakiraan iklim yang akurat dari Stasiun Klimatologi Jawa Tengah menjadi acuan fundamental bagi Dinas PU SDA TARU dan BBWS dalam merumuskan langkah-langkah mitigasi. Langkah tersebut mencakup pengaturan rencana alokasi air waduk dan irigasi, antisipasi potensi kekeringan pada lahan pertanian, serta pemastian pasokan air baku bagi masyarakat.

Melalui rapat koordinasi dan evaluasi dini ini, diharapkan pemerintah daerah beserta seluruh instansi terkait memiliki kesiapsiagaan yang matang. Kolaborasi ini merupakan wujud nyata komitmen bersama untuk meminimalisir dampak risiko bencana hidrometeorologi, khususnya kekeringan, demi menjaga ketahanan air dan pangan di Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2026.