17 March 2026
--:--:-- WIB
--:--:-- UTC

Informasi Prakiraan Hilal Saat Matahari Terbenam Tanggal 19 Maret 2026 M (Penentu Awal Bulan Syawal 1447 H) Wilayah Jawa Tengah

Diposting pada 17 March 2026 oleh mega
Berita
Informasi Prakiraan Hilal Saat Matahari Terbenam Tanggal 19 Maret 2026 M (Penentu Awal Bulan Syawal 1447 H) Wilayah Jawa Tengah

SEMARANG – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis informasi resmi mengenai prakiraan hilal penentu awal bulan Syawal 1447 Hijriah. Berdasarkan data astronomis, peristiwa konjungsi (ijtima') diprakirakan akan terjadi pada hari Kamis, 19 Maret 2026 M, pukul 08.23.23 WIB. Mengingat waktu terbenam Matahari terjadi setelah proses konjungsi, maka secara astronomis pelaksanaan rukyat hilal (observasi) penentu awal bulan Syawal dapat dilakukan pada sore hari setelah Matahari terbenam di tanggal tersebut.

Khusus untuk wilayah Provinsi Jawa Tengah, BMKG memprakirakan posisi hilal sudah berada di atas ufuk pada saat Matahari terbenam. Sebagai rujukan di ibu kota provinsi, yakni Semarang, Matahari akan terbenam pada pukul 17.49.33 WIB dan Bulan terbenam pada pukul 17.59.15 WIB. Pada momen tersebut, tinggi hilal di Semarang tercatat sebesar 1° 47.69' dengan jarak sudut antara pusat piringan Bulan dan Matahari (elongasi) mencapai 5° 34.83' hingga 5° 34.91'.

Secara umum di berbagai kabupaten dan kota di seluruh Jawa Tengah, parameter hilal saat Matahari terbenam pada 19 Maret 2026 menunjukkan variasi angka sebagai berikut:

  • Ketinggian Hilal: Berkisar antara yang terendah 1° 43.32' di Wonogiri hingga yang tertinggi 1° 50.48' di Brebes.
  • Elongasi: Berada dalam rentang 5° 31.47' di Blora hingga 5° 35.46' di Magelang.
  • Fraksi Illuminasi (Kecerlangan Bulan): Di wilayah Jawa Tengah, persentase piringan bulan yang tercahayai berada di angka yang sangat tipis, yakni sekitar 0.19% hingga 0.20%.

Sebagai tindak lanjut untuk membuktikan perhitungan astronomis tersebut, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah telah menjadwalkan observasi lapangan. Di Kota Semarang, pelaksanaan kegiatan Rukyatul Hilal Awal Syawal 1447 H akan dipusatkan di Ruang Observatorium dan Planetarium UIN Walisongo Semarang. Pengamatan lapangan ini mengambil titik lokasi di Kampus 3 UIN Walisongo Semarang, Jl. Prof. Dr. Hamka No. 3-5 Semarang, dan dijadwalkan akan dimulai pada pukul 15.30 WIB hingga selesai.

Dalam proses observasi ini, BMKG memberikan informasi kepada para petugas perukyat hilal terkait potensi gangguan pengamatan. Pada tanggal 19 Maret 2026 tersebut, terdapat planet Saturnus yang posisinya cukup berdekatan dengan Bulan, yakni dengan jarak sudut lebih kecil dari 10 derajat. Mengingat kecerlangan Saturnus yang berpotensi menyamai atau bahkan lebih terang daripada hilal yang masih sangat tipis, masyarakat dan petugas diimbau untuk sangat teliti agar tidak keliru mengira objek astronomis tersebut sebagai hilal.

Meski data astronomis telah dihitung dengan presisi, BMKG menegaskan bahwa informasi resmi terkait jatuhnya 1 Syawal 1447 H tetap harus menanti hasil rukyat di lapangan dan pengumuman resmi dari Sidang Isbat oleh Menteri Agama Republik Indonesia. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan menunggu arahan dari pemerintah.

Dokumentasi Kegiatan