15 March 2026
--:--:-- WIB
--:--:-- UTC

BMKG Prediksi Musim Kemarau 2026 di Jawa Tengah Datang Lebih Awal

Diposting pada 15 March 2026 oleh mega
Siaran Pers
BMKG Prediksi Musim Kemarau 2026 di Jawa Tengah Datang Lebih Awal

SEMARANG (13 Maret 2026) – Stasiun Klimatologi Jawa Tengah secara resmi merilis prakiraan musim kemarau tahun 2026 dalam acara sosialisasi virtual yang digelar pada Jumat, 13 Maret 2026. Acara ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan dari lintas sektor di wilayah Jawa Tengah guna mempersiapkan langkah mitigasi menghadapi potensi kekeringan.

Kepala Stasiun Klimatologi Jawa Tengah, Goeroeh Tjiptanto, dalam paparannya menyampaikan bahwa berdasarkan hasil analisis data iklim terbaru, wilayah Jawa Tengah secara umum diprediksi akan memasuki awal musim kemarau pada Mei 2026.

Poin Utama Prediksi Musim Kemarau 2026:

  • Awal Musim Kemarau: Secara spasial, wilayah Jawa Tengah paling awal akan memasuki kemarau pada awal April, sedangkan wilayah yang paling akhir diprediksi pada pertengahan Juni.

  • Perbandingan dengan Normal: Dibandingkan dengan rata-rata klimatologisnya, awal musim kemarau 2026 di sebagian besar wilayah Jawa Tengah diprediksi Maju (Lebih Awal).

  • Sifat Hujan: Sifat hujan selama musim kemarau 2026 diprediksi berada pada kategori Bawah Normal, yang berarti curah hujan akan lebih sedikit dibandingkan rata-rata tahunan biasanya.

  • Puncak Kemarau: Puncak musim kemarau tahun ini secara umum  diprediksi terjadi pada bulan Agustus.

  • Durasi: Durasi musim kemarau di Jawa Tengah diprediksi berkisar antara 16–18 dasarian hingga 19–21 dasarian, atau setara dengan 5 hingga 7 bulan.

Rekomendasi Strategis Lintas Sektor

Menyikapi kondisi tersebut, Stasiun Klimatologi Jawa Tengah memberikan rekomendasi teknis bagi para pengambil kebijakan:

  1. Sektor Pangan: Melakukan penyesuaian jadwal tanam serta memilih varietas tahan kekeringan dan optimalisasi pengelolaan air di wilayah yang diprediksi mengalami musim kemarau lebih kering.

  2. Sektor Kebencanaan: Kewaspadaan terhadap potensi kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan di wilayah rawan karhutla.

  3. Sektor Lingkungan: Mengantisipasi memburuknya kualitas udara.

  4. Sektor Energi & Sumber Daya Air: Memastikan kapasitas air bendungan untuk operasional PLTA, melakukan revitalisasi waduk, memperbaiki jaringan distribusi air serta memastikan ketersediaan air untuk kebutuhan masyarakat.

  5. Media Informasi: Mohon dukungan penyebaran informasi iklim yang senantiasa terupdate oleh informasi cuaca dan iklim yang dirilis BMKG sehingga lebih masif oleh Diskominfo Provinsi Jawa Tengah dan instansi operasional terkait.

#BMKG #StaklimJateng #InfoJateng #MusimKemarau2026 #Jawa Tengah #PrakiraanCuaca #MitigasiBencana #HematAir

Editor: Tim Pengelola Website

Sumber: Stasiun Klimatologi Jawa Tengah


Dokumentasi Kegiatan